Teknologi EM4 Kunci Sukses Pertanian Organik

Teknologi Effective Microorganisme (EM) hasil temuan Prof. Dr. Teruo Higa, guru besar Universitas Ryukyus Okinawa Jepang menjadi kunci sukses dalam mengembangkan pertanian organik yang telah diterapkan lebih dari 130 negara di belahan dunia, termasuk Indonesia berkat kemampuannya menyuburkan tanah dengan mikroorganisme yang mernguntungkan, meningkatkan kualitas lingkungan, tanah, air dan udara.

Manusia, makluk hidup, hewan dan tumbuhan dapat berkembang dan hidup sehat berkat EM, teknologi yang penerapannya sangat mudah, murah, hemat energi dan berkelanjutan yang berujung pada misi besar untuk melestarikan lingkungan.

Dengan teknologi EM juga dapat menghemat biaya pengolahan tanah, karena tanah yang gembur mengandung bahan organik tinggi, serta menyelesaikan masalah sampah organik menjadi pupuk ramah lingkungan, kata Staf Ahli PT Songgolangit Persada (SLP), Ir. I Gusti Ketut Riksa.

Ia yang juga Instruktur EM pada Institut Pengembangan Sumber Daya Alam (IPSA) Bali di Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng itu menjelaskan, Gede Ngurah Wididana, alumnus Program S-2 Faculty Agriculture University of The Ryukyus Okinawa Jepang mendapat rekomendasi dari gurunya Prof. Dr. Teruo Higa, membawa teknologi ramah lingkungam itu ke Indonesia tahun 1990.

Pak Oles sekaligus memperkenalkan dan merintis pertanian organik. Berbasis EM yang mampu mempercepat proses penyediaan unsur hara dari bahan organik menjadi unsur yang siap diserap tanaman, sehingga tanaman cepat subur.

Pengembangan pertanian organik berbasis EM mampu menggemburkan tanah, hemat air dan menyuburkan tanah secara ramah lingkungan. Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, agen tunggal yang memproduksi dan memasarkan EM4 pertanian, EM4 peternakan, EM4 perikann, EM4 limbah, dan EM4 Toilet ke seluruh daerah di Indonesia yang mendapat lisensi dari EMRO Jepang.

Pak Oles kini telah menikmati hasil pertanian organik dari pengembangan ratusan jenis tanaman obat sebagai bahan baku memproduksi Minyak Oles Bokashi Minyak Tetes Bokashi dan belasan jenis produksi lainnya yang pemasarannya secara meluas di tingkat lokal Bali, nasional dan pasaran mancanegara.

Gusti Riksa menambahkan, manusia hidup di lautan mikroba dan polutan, karena mikroba dan polutan itu ada dimana-mana yakni di tanah, air dan di udara, termasuk di dalam dan di luar tubuh manusia.

Pembangunan yang pesat menyangkut berbagai aspek kehidupan, selain memperoleh berkah, juga menimbulkan masalah dan musibah. Bagaimana mengatasi keduanya, jawabanya ada pada teknologi Effective Microorganisms (EM), ujar Gusti Riksa.

Oleh sebab itu masyarakat dan semua pihak agar sadar pemberantasan mikroba jahat jangan lagi menggunakan antibiotik karena hal itu menimbulkan mikroba-mikroba baru yang lebih virulen, penggunaan antibiotika ibaratnya seperti menyemai bibit pnyakit yang baru lagi.
Yang penting dilaksanakan ialah hidup berdampingan secara damai sambil meningkatkan kekebalan diri sendiri tanpa menggunakan antibiotic.

Dalam ilmu EM ada istilah yang disebut antioksidan yang dibentuk oleh mikroba EM memiliki kekuatan yang sangat menakjubkan, yakni melindungi tanaman, hewan dan manusia , tutur Gusti Ketut Riksa.https://linktr.ee/em4

Komentar