Arti Kata Bokashi (1)

Bokashi adalah kata yang diusulkan pertama kali oleh Prof. Dr. Teruo Higa dari University of The Ryukyus pada tahun 1980, yang berarti fermentasi bahan organik dengan teknologi EM. Bokashi pada saat itu dibuat dari campuran dedak, tepung ikan dan dedak gandum dengan perbandingan 1:1, yang dibasahi dengan air 30% dan dicampur dengan molas 5% dan EM 5%. Selanjutnya campuran tersebut ditutup dengan wadah kedap udara (anaerobik), dan setelah 4 hari campuran tersebut terfermentasi dengan mengeluarkan bau asam-manis seperti tape.
Yamada, dkk (1998) dari International Nature Farming Center, Nagano, Jepang, dalam proseding Nature Farming and Sustainable Environment, meneliti tentang kandungan mikroorganisme dalam bokashi yang terbuat dari dedak, tepung ikan dan dedak gandum, bahwa bokashi tersebut memiliki kandungan Lactobacillus dan Ragi pada awal fermentasi sebanyak 1000 CFU (Colony Forming Unit) per gram dan setelah satu minggu menjadi seratus juta CFU per gram. Fermentasi dedak dengan EM meningkatkan kandungan hasil fermentasi, yaitu asam asetat dan asam laktat. Selanjutnya Bokashi yang terbuat dari dedak digunakan oleh masyarakat Jepang untuk membuat pupuk organik dalam skala rumah tangga dan industri.
Bokashi berarti Fermentasi bahan organik dengan Teknologi EM. Di Indonesia Bokashi dibuatkan akronim menjadi Bahan Organik Kaya akan Sumber Kehidupan. Fermentasi bahan organik dengan Teknologi EM menjadi pupuk organik disebut pupuk Bokashi. Pupuk Bokashi di Indonesia dibuat dari limbah rumah tangga, sampah kota dan kotoran kandang. Nama Bokashi menjadi semakin dikenal karena digunakan oleh masyarakat petani untuk pupuk organik.***

Komentar