35 tahun Teknologi EM di Indonesia
- 29 Oktober 2025
- 12:18 WITA
- Pertanian Organik
Ketika diundang oleh ketua panitia Dr. Sukartono dari Universitas Nasional Jakarta, untuk berbicara tentang pengalaman menggunakan Teknologi EM di Indonesia, dalam seminar internasional tentang lingkungan, ketahanan pangan untuk kesejahteraan manusia, yang diadakan di Sanur, Denpasar. Hadir dalam seminar tersebut 60 peserta dari dosen Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Ilmu Pertanian, serta 60 orang peserta online. Secara rata-rata dosen yang ikut masih muda, energik dan kreatif, vibrasinya sangat positif, memberikan harapan baru dan semangat baru untuk membangun sumber daya manusia berkualitas dalam bidang pertanian.Waktu melesat begitu cepat, memberikan perubahan di berbagai bidang, demikian juga informasi, sains dan teknologi, jika tidak diikuti, pastilah kita ketinggalan jaman, ditinggal peluang. Tidak terasa 35 tahun sudah perjalanan Teknologi EM di Indonesia, walau perkembangannya lambat pada awalnya, tapi berkat fokus, kerja keras, semangat dan inovasi tim PT Songgolamgit, sebagai pengembang produk Teknologi EM, produk EM4 tetap memimpin pasar di Indonesia, bahkan menjadi yang terbesar. Bagaimana kiatnya? Fokus, visi dan inovasi.Saya berguru dengan Prof. Dr. Teruo Higa secara langsung di Universitas Ryukyus selama 2 tahun (1988-1990), dan terus mengikuti perkembangan ilmu pertanian dan EM setiap tahun dalam seminar, konferensi dan rapat bersama tim dari EMRO (Effective Microorganisms Research Organization) dan APNAN (Asia Pacific Natural Agricultural Network). Dalam kecepatan informasi internet, hasil-hasil penelitian dan ide-ide pengembangan produk sangat mudah didapat, disinilah pentingnya fokus, sehingga informasi yang dicari selalu mendukung pengembangan produk EM, dan produk yang berhubungan dengan EM.Visi besar EM adalah untuk menghasilkan produk pertanian berkualitas, sehat, berproduksi tinggi, harga terjangkau, menguntungkan konsumen dan produsen, ramah lingkungan dan berkelanjutan. Visi besar tersebut secara terus menerus digaungkan oleh Prof. Dr. Teruo Higa (penemu EM dan pendiri EMRO) agar bisa diwujudkan dengan kreativitas dan inovasi.Inovasi adalah kunci keberhasilan produk. Tanpa inovasi berarti mati. Secara mudah inovasi dijelaskan sebagai kreativitas yang bisa dipasarkan, diterima oleh pasar. Inovasi adalah gabungan antara kreativitas, ilmu (sains, teknologi, manajemen) dan pasar. Produk yang berhasil adalah karena inovasinya yang tepat dan pas, mampu memenuhi kebutuhan pasar. Pasar dan produk bisa bertemu ibarat jodoh yang garus terus dirawat agar tetap bisa berpasangan. Produk yang tidak merawat pasar akan perlahan ditinggalkan. Untuk bisa merawat pasar dibutuhkan kreativitas dan ilmu, yang disebut inovasi.#Gede Ngurah Wididana




Komentar