Tim Unmas Ternakkan Burung Puyuh Sentuhan EM

Tim pengabdian Mayarakat Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar melakukan pendampingan terhadap masyarakat Desa Sandan di Kabupaten Tabanan, Bali untuk mengembangkan ternak burung puyuh ditekuni oleh salah seorang penduduk setempat, namun mereka belum menerapkan tehniknya dengan baik.

“Pendampingan dilakukan mahasiswa selama 1,5 bulan dengan harapan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat setempat untuk mengembangkan ternak burung puyuh mulai dari perawatan, kebersihan, proses produksi, panen hingga pasaran,” kata Dosen Program Studi Agroteknologi Pertanian Universitas Mahasaraswati Denpasar, Putu Eka Pasmidi Ariati, SP., MP.

Pengembangan ternak burung puyuh yang melibatkan sebagian besar masyarakat Desa Sandan, melalui pendampingan itu diharapkan mampu mengembangkan tehnik burung puyuh secara baik.

Usaha peternakan skala rumah tangga yang melibatkan sebagian besar masyarakat Desa Sandan di Kecamatan Tabanan itu mampu menjai potensi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), karena puluhan mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan pengabdian selama 45 hari itu telah membantu dalam bidang pemasaran secara langsung maupun secara online dengan mengunakan media sosial.

Dosen pendamping Putu Eka Pasmidi Ariati menjelaskan kepada masyarakat Desa Sandan bahwa Effective Microorganisms 4 (EM4) peternakan mampu memperbaiki jasad renik di dalam saluran pencernaan ternak sehingga kesehatan ternak akan meningkat, tidak mudah stres dan bau kotoran berkurang.

Setiap air minuman dan pakan ternak untuk burung puyuh dicampur dengan EM4 dengan harapan ternak peliharaan menjadi lebih sehat dan produksi dapat meningkat.
Dosen Putu Eka juga menjelaskan pemberian EM4 Peternakan pada pakan dan minum ternak juga meningkatkan nafsu makan ternak peliharaan, karena aroma asam manis yang ditimbulkan.

EM4 peternakan, produksi PT. Songgolangit Persada merupakan agen tunggal di Indonesia yang merupakan satu-satunya mendapat lisensi dari Effective Microorganisms Research Organization (EMRO) Jepang untuk memproduksi dan memasarkan EM4 peternakan, perikanan, pertanian dan limbah ke seluruh Nusantara.

Banyak manfaat beternak dengan menggunakan teknologi EM4, selain mudah merawatnya, hemat pakan, ternak juga tidak terserang penyakit dan ramah lingkungan.
Penggunaan EM4 untuk ternak burung puyuh lebih menguntungkan dan banyak memberikan manfaat khususnya bagi kesehatan ternak. Walhasil, dengan keunggulan menggunakan EM4, ternak burung puyuh Pak Made menjadi percontohan bagi masyarakat Desa Sandan yang ingin menggunakan teknologi EM4.

Bahkan masyarakat Desa Sandan yang tadinya tidak berkeinginan beternak burung puyuh akhirnya berminat ikut mengembangkan ternak di rumah karena bau dari kotoran tidak lagi menjadi kendala ketika mereka memanfaatkan lahan kosong untuk beternak di pekarangan rumah.

Dua mahasiswa yakni I Gusti Ngurah Yoga Pratama, I Made Dino Anggara menjelaskan, mahasiswa selama 45 hari melakukan pendampingan kepada masyarakat juga membantu membuat spanduk dan label untuk memperluas pemasaran ternak burung puyuh di Banjar Sandan Tegeh dan Sandan Dauh Yeh Baleran.

“Kami menjalani program kerja pembuatan label dan spanduk menggunakan metode pemasaran melalui pembuatan label dan promosi online di media sosial seperti Instagram dan facebook. Pendampingan ini diharapkan dapat memberikan dampak yang positif bagi mitra,” harapnya.https://linktr.ee/em4 #EM4

Komentar